detikcom

Tanggapan XL untuk Keluhan Bapak Daniel

Turina Farouk - suaraPembaca
Selasa, 04/06/2013 09:50 WIB
Jakarta - Menanggapi keluhan Bapak Daniel di Detik.com (02/06/2013) berjudul "Sistem XL Salah Mendeteksi OS Blackberry Pengguna", kami telah menghubungi Bapak Daniel untuk menyampaikan permohonan maaf.

Kami juga telah menindaklanjuti keluhan tersebut dan memberikan penjelasan atas keluhan yang dialami. Bapak Daniel dapat menerima penjelasan yang disampaikan.

Peningkatan kualitas layanan akan terus kami lakukan agar dapat memberikan layanan yang lebih baik lagi dimasa mendatang. Kami senantiasa terbuka untuk menerima masukan serta kritik dalam melakukan perbaikan layanan kami.

Demikian tanggapan kami. Untuk informasi mengenai XL, silakan menghubungi 817, 021 57959817/08170817707 dari telepon lainnya, mengunjungi XL Center terdekat, e-mail ke customerservice@xl.co.id atau melalui Twitter @XLCare dan Facebook XLCare. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.


Turina Farouk
Vice President Corporate Communication XL


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
24%
Kontra
76%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?