detikcom

Kecewa dengan Pelayanan Lion Air

Sandi Sastra - suaraPembaca
Jumat, 05/04/2013 07:50 WIB
Jakarta - Saya dan keluarga pada tanggal 31 Maret 2013 melakukan perjalanan dari Banyuwangi - Jakarta dengan menggunakan conecting flight Lion Air.

Pada saat check in di Bandara Blimbingsari, saya mendapatkan 1 boarding pass, namun mendapatkan nomor bagasi dengan 2 penerbangan JT1881 dan JT 575.

Petugas mengatakan saya akan mendapatkan boarding pass untuk penerbangan Jakarta pada saat saya melapor di Bandara Djuanda - Surabaya.

Setibanya di Bandara Juanda dikatakan bahwa penerbangan saya di pindahkan dengan alasan pergantian kapasitas pesawat dengan kode penerbangan JT 577, padahal saya sudah melakukan semua kewajiban saya sebagai penumpang.

Mengapa Lion Air mengganti penerbangan penumpang tanpa pemberitahuan sebelumnya dan mengabaikan bukti boarding pass yang didapat dari website resmi Lion Air?

Mengapa pergantian pesawat hanya terjadi pada beberapa penumpang saja, tidak kepada seluruh penumpang yang terdaftar dalam flight JT 575, sementara penerbangan JT 575 tetap berangkat sesuai dengan jadwal penerbangan.

Mengapa bagasi saya dapat masuk ke dalam penerbangan JT 575 lengkap dengan barcode dan manifest penumpang, sementara saya berangkat dengan penerbangan berikutnya JT 577.


Sandi Sastra
Jl Nusa Indah, Jakarta Timur
admsefi@yahoo.co.id
02129339333

(wwn/wwn)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%
Poling Index »

Siapakah yang Anda anggap benar dalam kasus APBD DKI 2015?