detikcom

Bengkel Bajaj Andalan Sakti Bekasi Bangkrut?

Muhammad Kamil Pasha - suaraPembaca
Selasa, 15/01/2013 13:18 WIB
Jakarta - Saya pemilik motor Bajaj Pulsar 200cc warna biru, tahun 2008. Pada hari Rabu, 2 Januari 2012, saya membawa motor saya untuk di servis ke bengkel Bajaj BAS (Bajaj Andalan Sakti) Bekasi yang beralamat di Jl Jend Sudirman 16 ABC.

Ternyata bengkel tersebut sudah ditutup, tidak ada aktivitas apapun disana, selain itu logo Bajaj, peralatan bengkel dan showroom sudah tidak ada lagi.

Saya kecewa karena tutupnya bengkel tersebut tanpa ad pemberitahuan resmi kepada konsumen, bahkan di website resmi Bajaj Auto Indonesia (BAI) dan website Bajaj Andalan Sakti masih mencantumkan Bengkel Bajaj BAS Bekasi.

Sebelumnya saya memutuskan membeli Bajaj Pulsar 200 pada tahun 2008 dikarenakan terdapat bengkel dan dealer yang berada dekat dengan tempat tinggal saya.

Semoga dengan terbitnya surat ini, Bajaj Auto Indonesia dan Bajaj Andalan Sakti meghilangkan Bengkel Bajaj Andalan Sakti Bekasi dari daftarnya, agar tidak ada konsumen yang 'kecele'.

Dengan ditutupnya bengkel tersebut pastinya akan menyulitkan kami warga Bekasi Barat untuk melakukan service motor Bajaj kesayangan kami.


Muhammad Kamil Pasha
Duta Kranji, Bintara, Bekasi Barat
mkpashash@gmail.com
085720284457

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
64%
Kontra
36%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?