detikcom

Airasia HSBC sudah Tutup, Auto Debet Masih Berjalan

Aufrida Francisca - suaraPembaca
Rabu, 09/05/2012 13:21 WIB
Jakarta - Pada minggu kedua bulan April 2012 lalu saya sudah melunasi seluruh total tagihan dan menutup kartu kredit AirAsia HSBC melalui call center. Oleh Call Center kartu dinyatakan sudah ditutup.

Namun pada tanggal 7 Mei 2012 saya menerima pemberitahuan melalui email bahwa ada tagihan dari HSBC yang sudah saya tutup tersebut. Tagihan berasal dari autodebet tagihan XL.

Seharusnya jika kartu sudah ditutup maka artinya tidak akan ada lagi tagihan apapun yang berjalan. Jadi apa artinya kartu yang sudah ditutup tapi tagihan terus berjalan?


Aufrida Francisca
Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur
aufrida@gmail.com
0818694586

(wwn/wwn)

Share:



Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi: sales[at]detik.com,
    Suara Pembaca Terbaru Index »
    OpiniAnda Index »
    • Jumat, 17/05/2013 08:56 WIB
      KBT, Benahilah Sebelum Terlambat
      "Carilah ilmu sampai ke negeri China" demikian pesan Nabi. Hemat saya, Hadis Nabi itu sarat makna filosofis yang amat mendalam. Sedemikian pentingnya belajar ilmu tentang kebaikan sehingga jarak dan waktu tidak menjadi soal.
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Poling Index »

    Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?