detikcom

Infrastruktur Kawah Putih tidak Memadai

Ronal B Hutagaol - suaraPembaca
Rabu, 09/05/2012 11:34 WIB
Jakarta - Saya ingin mengungkapkan kekecewaan saya terhadap pelayanan pengelola tempat wisata Kawah Putih, Ciwidey, Bandung.

Untuk masuk ke lokasi wisata sendiri, kita akan di pungut biaya cukup mahal, sebuah mobil diharuskan membayar Rp 150 ribu di luar tiket masuk (@ Rp 15 ribu perorang).

Mahalnya retribusi tersebut ternyata tidak sejalan dengan fasilitas yang kita terima, disepanjang jalan dari pintu loket sampai loket, disuguhi oleh tingkah para sopir angkot yang disediakan pengelola yang mengemudi ugal ugalan.

Lebar jalan juga tidak memadai, hanya satu setengah ukuran mobil kami. Jadi ketika berpapasan dengan kendaraan arah sebaliknya salah satu harus menepi terlebih dahulu.

Ketika sampai dipuncak, ternyata kami masih dikenakan biaya keamanan mobil sebesar Rp 5000, dan fasilitas toilet yang tidak gratis (Rp 2000).

Untuk apa kami membayar retribusi di loket resmi yang cukup mahal, jika fasilitas yang di berikan tidak memadai dan masih ada retribusi-retribusi yang lainnya?

Semoga Dinas Pariwisata dan pihak yang terkait segera membenahi infrastruktur, sehingga para pengunjung tidak akan kapok untuk kembali lagi.


Ronal B Hutagaol
ronalb@gmail.com
08159993777

(wwn/wwn)

Share:



Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi: sales[at]detik.com,
    Suara Pembaca Terbaru Index »
    OpiniAnda Index »
    • Senin, 20/05/2013 13:09 WIB
      Kode Moral dan Muktamar Pancasila
      Buku William A Smith menulis sebuah risalah pemikiran Paedagogy of the heart (2001;ix) seorang Freire mengatakan mari kita pertahankan harapan kendati realitas yang kejam mengajak kita untuk tidak berharap.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    57%
    Kontra
    43%
    Poling Index »

    Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?