detikcom

Bingung Sistem Adira Finance

Joko Siswanto - suaraPembaca
Senin, 09/04/2012 11:57 WIB
Malang - Pada tahun 2006 saya melakukan kredit laptop dari Adira Finance dan terjadi miskomunikasi tentang pembayaran terakhir. Saya sudah melunasi angsuran tersebut tetapi di data Adira Finance tercatat belum membayar.

Bagian penagihan, baik dari kantor Malang maupun Jakarta beberapa kali konfirmasi melalui telepon, meminta bukti pembayaran melalui fax dan sudah saya kirimkan.

Pada tahun 2010 saya mengajukan kredit sebuah TV dan di setujui. Oleh sales Adira Finance diminta bukti pembayaran terakhir sebagai bukti telah lunas kredit.

Bukti struk transfer BCA asli saya berikan, dan tidak dikembalikan. Menurut keterangan, karena sudah di setujui berarti sudah tidak ada masalah dengan kredit sebelumnya. Saat ini kredit tersebut sudah lunas.

Beberapa bulan kemarin ternyata ada lagi dari Adira Finance menghubungi saya untuk menanyakan masalah pelunasan kredit tahun 2006. Saya tegaskan, bagaimana mungkin saya tidak membayar angsuran terakhir sedangkan bulan-bulan sebelumnya tidak ada masalah?

Dan juga saya tanyakan bagaimana mungkin ketika pembayaran masih ada masalah, pengajuan kredit saya yang kedua bisa disetujui?

Yang menjadi keberatan saya saat ini adalah data saya tertera terdapat tunggakan di BI cek. Walaupun itu tidak menjadi masalah terhadap bank pemberi kredit saya, setelah saya jelaskan kronologis pinjaman tersebut, namun hal tersebut tentunya sangat menganggu.


Joko Siswanto
Jl S Supriadi 7 Malang
jokonet@gmail.com
08123382815

(wwn/wwn)

Share:



Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    Hubungi: sales[at]detik.com,
    Suara Pembaca Terbaru Index »
    OpiniAnda Index »
    • Senin, 20/05/2013 13:09 WIB
      Kode Moral dan Muktamar Pancasila
      Buku William A Smith menulis sebuah risalah pemikiran Paedagogy of the heart (2001;ix) seorang Freire mengatakan mari kita pertahankan harapan kendati realitas yang kejam mengajak kita untuk tidak berharap.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    67%
    Kontra
    33%
    Poling Index »

    Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?