detikcom

Promo Diskon PT Bina Busana Internusa Menyesatkan

Ade Maulana - suaraPembaca
Selasa, 29/11/2011 14:29 WIB
Tangerang - Rabu 23 November 2011 saya melewati show room PT Bina Busana Internusa (BBI) di Pulogadung, di sana terpampang papan reklame dan juga spanduk yang menawarkan promo diskon pakaian sebesar 70%. Tertarik dengan promo tersebut, saya bertanya kepada SPG perihal harga kemeja yang saya inginkan, ternyata diskonnya hanya 50%.

SPG mengatakan bahwa kode diskon ada pada label pakaian yang dijual. Ketika saya menanyakan kode diskon tersebut, SPG tidak mau memberikannya karena dikhawatirkan jika SPG memberitahu kode diskon maka konsumen hanya akan mencari yang diskon 70%.

Ketika akan membayar, ternyata pakaian yang mendapatkan diskon 70% hampir semuanya habis, karena ada pembeli yang melakukan transaksi dalam jumlah besar, bahkan dikatakan mencapai 500-1000 potong pakaian. Jika benar apa yang dikatakan oleh kasir itu, maka promo yang dilakukan oleh PT BBI sangatlah menyesatkan.

Pengunjung show room itu sebagian besar adalah mereka yang berlokasi jauh dari Pulogadung dan pada awalnya harga pakaian yang dijual di sana sebagian besar memang diberikan diskon 70%.


Ade Maulana
Harapan Sejahtera Blok B/1
Jl. Hasyim Ashari - Gg. Kini Kijan, Tangerang
amaulana@yahoo.com
08128040832

(wwn/wwn)

Share:
Baca Juga



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?