detikcom

Pizza Hut Pekanbaru Mengecewakan

Lila Dewata - suaraPembaca
Selasa, 04/10/2011 14:36 WIB
Pekanbaru - Sabtu, 1 Oktober 2011 kami sekeluarga datang ke Pizza Hut Jl. Sudirman Pekanbaru untuk merayakan ulang tahun anak kami, setelah menunggu beberapa saat kami dipersilahkan duduk dan diberikan daftar menu.

Setelah order dicatat dan kami konfirmasi ulang sudah benar, sekitar 15 menit menunggu belum juga datang, dan katanya masih diproses. Satu jam kemudian pesananpun belum juga diantarkan, bahkan pelanggan yang datang belakangan bisa lebih cepat dilayani.

Karena terlalu lama menunggu kami tanyakan ke petugas dan pesanan kami ternyata belum diinput di komputer, mereka meminta maaf dengan alasan kekurangan orang. Jadi sekian lama kami menunggu, pesanan kami belum diproses sama sekali.


Lila Dewata
Graha Sakuntala B2 Jl. Banda Aceh, Pekanbaru
liladewata@gmail.com
08192161136

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 26/01/2015 09:04 WIB
    Pertobatan Moral dan Etis Penegak Hukum
    Drama hukum menegangkan bumi nusantara telah digelar nyata, bukan fiksi tapi realita. Sikap maryarakat nyata terbelah, tidak seperti Cicak vs Buaya jilid 1 yang sangat terang menderang seluruh komponen bangsa mendukung dibalik KPK.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?