detikcom

Purna Jual Modem Smart tak Berkomitmen

Abu Hanafiah - suaraPembaca
Kamis, 23/06/2011 15:04 WIB
Jakarta - Beberapa bulan yang lalu saya membeli modem wifi Smart RE 251. Setelah di pakai selama 2 bulan modem mengalami kerusakan.

Modem saya diperbaiki di counter Smart di Depok selama hampir satu bulan, namun sesampainya di rumah ternyata modem belum dapat di gunakan.

Saya kembali lagi ke counter di Depok untuk claim, tetapi sampai sekarang hampir tiga bulan tidak ada kabar beritanya. Saya sudah menyampaikan keluhan ke Customer Care Smart, tetapi hingga saat ini hanya janji-janji saja yang di berikan, tidak pernah ada realisasinya. Seolah-oleh pihak Smart lepas tangan terhadap permasalahan yang terjadi.

Saya menilai bahwa pihak Smart tidak memiliki komitmen terhadap purna jual produk yang di dijual.


Abu Hanafiah
Jl Teratai Raya Blok A2/10 Depok
abew@liviners.com
08159712164

(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 26/01/2015 09:04 WIB
    Pertobatan Moral dan Etis Penegak Hukum
    Drama hukum menegangkan bumi nusantara telah digelar nyata, bukan fiksi tapi realita. Sikap maryarakat nyata terbelah, tidak seperti Cicak vs Buaya jilid 1 yang sangat terang menderang seluruh komponen bangsa mendukung dibalik KPK.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?