detikcom

Hypermart Daan Mogot Menjual Daging tidak Layak

F Budhi - suaraPembaca
Rabu, 11/05/2011 11:16 WIB
Jakarta - Pada hari Senin, 9 Mei 2011, sore, jam 17.52 WIb, saya bersama istri melakukan transaksi pembelian di Hypermart Daan Mogot, salah satunya Daging Sapi. Dalam Kemasan Daging Sapi tersebut tertera packed date 09 May 2011 dan exp date 11 May 2011.

Namun ketika sampai dirumah, dan dipotong, ternyata bagian dalam daging tersebut sudah berwarna kehitaman, yang artinya daging tersebut sudah tidak layak

untuk dikonsumsi.

Atas kejadian tersebut, saya minta tanggapan dari Management Hypermart Mall Daan Mogot, Mengapa daging yang tidak layak dikonsumsi justru dijual untuk publik?

Bagaimana mekanisme kerja dari bagian Quality Control yang seharusnya melakukan pengawasan terhadap produk yang akan dijual.

Demikian saya tulis surat pembaca ini, dan saya meminta tanggapan dari Management Hypermart Mall Daan Mogot. Terima Kasih.


F Budhi
ferro_b@yahoo.com
*Data lengkap ada pada redaksi


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Sabtu, 12/07/2014 02:06 WIB
    Wisma Samudera, Aset Sejarah yang Terbiarkan
    Saat ditawan Belanda di Mentok sekitar tahun 1948, Bung Karno menyempatkan waktu untuk mengunjungi Toboali yang saat itu berstatus sebagai kewedanaan.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?