detikcom

Hypermart Daan Mogot Menjual Daging tidak Layak

F Budhi - suaraPembaca
Rabu, 11/05/2011 11:16 WIB
Jakarta - Pada hari Senin, 9 Mei 2011, sore, jam 17.52 WIb, saya bersama istri melakukan transaksi pembelian di Hypermart Daan Mogot, salah satunya Daging Sapi. Dalam Kemasan Daging Sapi tersebut tertera packed date 09 May 2011 dan exp date 11 May 2011.

Namun ketika sampai dirumah, dan dipotong, ternyata bagian dalam daging tersebut sudah berwarna kehitaman, yang artinya daging tersebut sudah tidak layak

untuk dikonsumsi.

Atas kejadian tersebut, saya minta tanggapan dari Management Hypermart Mall Daan Mogot, Mengapa daging yang tidak layak dikonsumsi justru dijual untuk publik?

Bagaimana mekanisme kerja dari bagian Quality Control yang seharusnya melakukan pengawasan terhadap produk yang akan dijual.

Demikian saya tulis surat pembaca ini, dan saya meminta tanggapan dari Management Hypermart Mall Daan Mogot. Terima Kasih.


F Budhi
ferro_b@yahoo.com
*Data lengkap ada pada redaksi


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?