detikcom

Hypermart Daan Mogot Menjual Daging tidak Layak

F Budhi - suaraPembaca
Rabu, 11/05/2011 11:16 WIB
Jakarta - Pada hari Senin, 9 Mei 2011, sore, jam 17.52 WIb, saya bersama istri melakukan transaksi pembelian di Hypermart Daan Mogot, salah satunya Daging Sapi. Dalam Kemasan Daging Sapi tersebut tertera packed date 09 May 2011 dan exp date 11 May 2011.

Namun ketika sampai dirumah, dan dipotong, ternyata bagian dalam daging tersebut sudah berwarna kehitaman, yang artinya daging tersebut sudah tidak layak

untuk dikonsumsi.

Atas kejadian tersebut, saya minta tanggapan dari Management Hypermart Mall Daan Mogot, Mengapa daging yang tidak layak dikonsumsi justru dijual untuk publik?

Bagaimana mekanisme kerja dari bagian Quality Control yang seharusnya melakukan pengawasan terhadap produk yang akan dijual.

Demikian saya tulis surat pembaca ini, dan saya meminta tanggapan dari Management Hypermart Mall Daan Mogot. Terima Kasih.


F Budhi
ferro_b@yahoo.com
*Data lengkap ada pada redaksi


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Kamis, 17/04/2014 11:56 WIB
    Selamatkan Remaja dengan Islam
    Pada tanggal 26 April 2014, 20 ribu pelajar Sumatera Utara akan mengikuti Gebyar Generasi Berencana (GenRe). Acara ini dimotori oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Utara.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?