detikcom

Merasa Dipermainkan oleh Mandiri Tunas Finance

Marcella Monalisa - suaraPembaca
Sabtu, 19/03/2011 16:21 WIB
FOTO: /ilus ist.
Jakarta - Saya Marcella Monalisa sejak bulan Desember 2009 adalah merupakan costumer dari leasing mobil PT. Mandiri Tunas Finance setelah mengambil cicilan mobil Daihatsu Terios TS Extra B1487 UFQ dengan cicilan selama 36bulan (3tahun).

Singkat cerita, mobil saya di sita pada tanggal 19 Oktober 2010 setelah keterlambatan membayar cicilan selama 2 bulan. Selama mobil disita, saya dan ibu saya beberapa kali ke kekantor cabang Kelapa Gading (depan MOI) untuk pengurusan angsur kembali, bahkan sampai menemui kepala cabang di Pecenongan.

Namun pihak leasing ini tidak mengijinkan kami untuk angsur kembali. Mobil akan dikembalikan setelah kami melunasi angsuran kami yang masih ada sekitar kurang lebih 2tahun!

Merasa tidak sanggup melunasi sisa angsuran, setiap bulan kami tetap men-transfer angsuran bulanan ke nomor rekening 2313028847 a/n PT. Mandiri Tunas Finance hingga sampai dengan bulan Maret ini. Setelah melewati proses panjang, akhirnya pihak PT. Mandiri Tunas Finance mengijinkan kami untuk proses angsur kembali.

Kami bermaksud untuk membayar denda sesuai kontrak yaitu 0.25% perhari yaitu Rp 13.690 dibulatkan menjadi Rp.13.700/hari selama periode Agustus 2010 – Februari 2011 (7bulan). Hitungan manual kami sendiri adalah Rp 13.700 x 210 hari (7bulan) = Rp 2.877.000 denda kami.

Namun lagi-lagi kami kecewa oleh pihak kantor cabang Kelapa Gading dengan memberikan rincian denda yang pertama Head Collection sebesar Rp. 8.770.700 dan kemudian dengan alasan dia sudah dipindahkan ke cabang lain digantikan oleh karyawan yang lainnya dengan memberikan rincian denda yang lebih dasyat lagi yaitu Rp 11.358.400.

Selisih angka yang begitu jauh itu menurut leasing mobil ini dikarenakan data belum di input. Saya dijanjikan akan diberikan data yang sudah di input, namun sampai dengan hari ini 19 Maret 2011 tidak diberikan.  Bahkan seharian saya menghubungi HP karyawan  tersebut tidak diangkat. Saya menghubungi kantor cabang Kelapa Gading tapi tidak pernah tersambung.

Saya merasa terus dipermainkan selama setengah tahun ini oleh pihak PT. Mandiri Tunas Finance yang datanya selalu berubah-ubah. Saya sebagai costumer merasa sangat dipermainkan dan menghambat proses angsur kembali saya.

Demikian disampaikan. Saya kadang bertanya-tanya, mengapa saya dipersulit terus? Apakah mobil saya sudah hilang? Atau bagaiman? Kenapa saya dipersulit terus?


Marcella Monalisa
Jl. Flamboyan Blok A3/1, Kelapa Gading Permai Jakarta Utara
marcella.monalisa@jatis.com
0214516495 / 081317789988


(wwn/wwn)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 31/03/2015 07:06 WIB
    Warisan yang Harus Diganti
    Kemacetan yang terjadi di beberapa kota besar seperti DKI Jakarta sudah merupakan suguhan yang biasa buat orang-orang yang tinggal atau bekerja di kota tersebut maupun di daerah sekitarnya (Bodetabek).
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%
Poling Index »

Siapakah yang Anda anggap benar dalam kasus APBD DKI 2015?