detikcom

Masuk Kategori Debitur Macet Akibat Kelalaian Bank Mega

Yenofiar - suaraPembaca
Jumat, 11/03/2011 10:50 WIB
FOTO: /ilus ist.
Jakarta - Saya sebelumnya adalah pemegang kartu kredit Visa Bank Mega nomor 4201 9103 8832 49XX. Kartu tersebut telah saya tutup tanggal 25 November 2009 dengan melunasi seluruh kewajiban yang ada, yaitu tagihan sesuai billing statement ditambah dengan outstanding kewajiban setelah billing statement tersebut terbut.

Bulan Januari 2011 saya mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) ke Bank Niaga, namun permohonan kredit tersebut tidak dapat dilanjutkan karena berdasarkan laporan Sistem Informasi Debitur (SID) di Bank Indonesia saya diketahui mempunyai kewajiban kartu kredit yang belum dibayar di Bank Mega sebesar Rp 1.119.113.

Ternyata tagihan tersebut berasal dari tagihan Carrefour sebesar Rp 160.000 yang telah saya lunasi tanggal 25 November 2009. Namun pihak Carrefour telat menagihkan kepada Bank Mega.

Setelah complain kepada Bank Mega, mereka mengakui adanya kelalaian di bagian Aquiring Bank mereka dengan tidak mencatat pelunasan dan penutupan kartu yang telah saya lakukan di tanggal 25 November 2009.

Akibat kelalaian ini Bank Mega telah mencemarkan nama baik saya karena berdasarkan Laporan Informasi Debitur di Bank Indonesia saya dikategorikan Debitur dengan kolektibilitas lima (macet). Oleh karena laporan inilah maka saya tidak dapat mengajukan Kredit Pemilikan Rumah.

Saya pernah kerja di perbankan jadi saya sangat paham dan mengerti sekali mengenai dampak dari tunggakan kartu kredit yang tidak dibayar, karena itulah saya tidak pernah memiliki kartu kredit yang macet. Namun dirusak oleh laporan palsu Bank Mega dengan mendaftarkan saya sebagai Kreditur dengan Kolektibilitas lima (macet) ke Bank Indonesia.

Saya berharap Bank Indonesia dapat lebih teliti menerima laporan kredit macet dari bank-bank umum. Agar laporan yang di keluarkan tersebut tidak merugikan nasabah, serta memberikan sanksi kepada bank yang sembrono memberikan laporan palsu seperti ini.


Yenofiar
Jl. Karet Karya No 9 Jakarta Selatan
enokenok67@yahoo.com
081267214017


(wwn/wwn)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 26/01/2015 09:04 WIB
    Pertobatan Moral dan Etis Penegak Hukum
    Drama hukum menegangkan bumi nusantara telah digelar nyata, bukan fiksi tapi realita. Sikap maryarakat nyata terbelah, tidak seperti Cicak vs Buaya jilid 1 yang sangat terang menderang seluruh komponen bangsa mendukung dibalik KPK.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?