detikcom

Samsat Cinere Depok Tidak Transparan

M.Dawat - suaraPembaca
Sabtu, 26/02/2011 11:05 WIB
Jakarta -
Pada tanggal 25 Pebruari saya membayar pajak kendaraan roda dua di Samsat Cinere Depok. Saya sadar sebagai warga Negara yang baik saya harus patuh untuk membayar pajak.

Sesampainya di kantor Samsat Cinere, saya langsung menuju loket pendaftaran dan membawa berkas yang sudah saya persiapkan. Saya datangi loket pembayaran bermaksud menunjukan berkas tersebut ke petugas loket yang berseragam polisi.

Saya diminta uang administrasi sebesar Rp20.000 yang katanya untuk pengesahan BPKB yang pada saat itu sudah saya sertakan surat Pengantar dari leasing. Saya merasa ada yang janggal ketika saya meminta bukti pembayarannya.

Petugas itu tidak memberikannya dengan alasan yang tidak jelas dan terlalu berbelit, tidak transparan. Lalu Petugas itu langsung menyuruh saya untuk antri di loket administrasi dan mengabaikan permintaan saya tadi.

Lalu administrasi memanggil nama saya, dengan rasa penasaran sayapun menanyakan pemungtan biaya yang katanya untuk pengesahan BPKB tadi. Tapi petugas administrasi juga tidak bisa memberikan jawaban yang masuk akal, bahkan menyuruh saya untuk bertanya kembali kepada petugas yang diloket pendaftaran tadi.

Kemudian saya kembali lagi ke loket pendaftaran untuk menemui petugas berinisial T itu dan menanyakan bukti pembayaran itu, akan tetapi jawabanya masih sama. Saya tidak permasalahkan seberapa besar jumlah uang yang diminta, seandainya itu memang suatu kewajiban, saya akan membayarkannya sesuai dengan peraturan yang ada.

Namun hal tersebut sungguh meresahkan kami sebagai masyarakat kecil. Sungguh aneh Petugas itu, masa rakyat mau berbuat jujur dan patuh hukum saja harus dipermainkan dan dipersulit. Bagaimana negara ini mau bebas dari koruptor?

Mohon dikonfirmasi, karena ini juga menyangkut masyarakat banyak, khususnya saya .

M.Dawat
sawangan Depok
mda39wat@yahoo.com
02199269333


(wwn/wwn)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%
Poling Index »

Siapakah yang Anda anggap benar dalam kasus APBD DKI 2015?