detikcom

Khawatir Peninjauan Permohonan Penurunan Bunga KPR Niaga Lewat

Marudut Ridwan Samosir - suaraPembaca
Jumat, 17/12/2010 16:52 WIB
FOTO: /ilus ist.
Jakarta - Saya sebagai pengguna kredit pemilikan rumah (KPR) Bank Niaga sangat kecewa terhadap pelayanan Bank Niaga. Sampai saat ini permohonan saya mengenai penurunan suku bunga tidak ditanggapi sama sekali setelah mengirimkan permohonan melalui email  sebanyak 5 (lima) kali yang saya tujukan ke alamat email ass.jakarta@cimbniaga.co.id dan devi.mardiana@bniaga.co.id serta 1 (satu) kali melalui faksimili yang saya tujukan kepada Bapak Ivan di nomor faks: 021 8298370/69.

Setelah tidak ditanggapi saya mencoba menghubungi nomor telepon 14041 Bank Niaga  dan menyampaikan keluhan saya. Pihak Bank Niaga menjanjikan akan memprioritaskan keluhan saya dan akan dihubungi dalam dua hari kerja.

Akan tetapi sampai hari ini (17 Desember 2010) saya tidak mendapat konfirmasi apa pun dari pihak Bank Niaga baik melalui telepon maupun email. Sementara menurut email yang saya terima per tanggal 10 Juni 2010 dari ibu Dian (ass.jakarta@cimbniaga.co.id), peninjauan kembali suku bunga KPR saya akan jatuh pada tanggal 26 Desember 2010.

Saya khawatir. Tidak adanya tanggapan dari Bank Niaga terhadap permohonan saya hanya akal bulus Bank Niaga saja sampai batas waktu 26 Desember 2010 terlewati. Sehingga, dengan mudah mengatakan kepada saya bahwa batas peninjauan telah lewat.

Mohon pihak Bank Niaga untuk segera merespon proposal saya. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.

Marudut Ridwan Samosir
Jl Cikas Timur 1 Blok C2 No 14
Taman Cikas Bekasi
marudut.samosir@gmail.com
081384096916



(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?