detikcom

Pungutan SMP Negeri 137 Jakarta Seikhlasnya Tapi Sedikit Memaksa

Muhammad Mustakim - suaraPembaca
Jumat, 17/12/2010 10:36 WIB
FOTO: /ilus.
Jakarta - Saya menyayangkan masih adanya pungutan liar yang dilakukan oleh guru-guru di lingkungan SMP Negeri 137 Jakarta Pusat. Hal ini dilakukan dengan cara meminta kepada orang tua murid pada saat menerima rapor. Baik rapor tengah semester maupun rapor semesteran dengan alasan untuk biaya beli map dan fotokopi yang jumlah seikhlasnya tapi sedikit agak memaksa.

Di samping itu ada juga pungutan liar yang dimintakan langsung kepada murid-murid yang melakukan kesalahan sehingga didenda harus membayar sebesar Rp 1.000 sampai dengan Rp 5.000.

Hal ini sangat disayangkan sekali mengingat negara kita sedang gencar memberantas korupsi dan pungutan-pungutan liar lainnya yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Apalagi hal ini dilakukan oleh para guru-guru yang seharusnya memberikan contoh dan tauladan yang baik terhadap anak didiknya.

Melalui kesempatan ini saya minta kepada Kementerian Pendidikan untuk menindak guru-guru di SMP Negeri 137 Jakarta Pusat. Perilaku yang tidak terpuji ini tidak ditiru oleh para murid-murid yang merupakan bibit-bibit penerus bangsa.

Demikian terima kasih.

Muhammad Mustakim
Jl Cempaka Putih Barat V No 11 Jakarta Barat
muhammad@yahoo.com
0214755522


(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?