detikcom

Penyelesaian Tagihan Indovision untuk Bapak Abdurrahman Azzam

Handiomono - Head of Corporate Communication - suaraPembaca
Sabtu, 20/11/2010 10:12 WIB
FOTO: /ilus ist.
Jakarta - Menanggapi surat pembaca dari Bapak Abdurrahman Azzam pada detik.com, 11 November 2010 dengan judul "Tagihan Indovision Membingungkan", perlu kami sampaikan bahwa kami telah menghubungi yang bersangkutan dan permasalahan telah diselesaikan dengan baik.

Permasalahan terjadi karena adanya kesalahpahaman mengenai paket tambahan dan periode pembayaran. Tagihan yang diinformasikan adalah untuk periode enam bulan termasuk paket tambahan atas permintaan pelanggan.

Penjelasan detil telah kami sampaikan dan diterima baik oleh Bapak Abdurrahman Azzam pada 15 November 2010. Kini Bapak Abdurrahman Azzam telah dapat menikmati paket tayangan dan tagihan sesuai dengan yang diinginkan.

Handiomono
Head of Corporate Communication
PT MNC SkyVision



(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?