detikcom

Penyelesaian Tagihan Indovision untuk Bapak Abdurrahman Azzam

Handiomono - Head of Corporate Communication - suaraPembaca
Sabtu, 20/11/2010 10:12 WIB
FOTO: /ilus ist.
Jakarta - Menanggapi surat pembaca dari Bapak Abdurrahman Azzam pada detik.com, 11 November 2010 dengan judul "Tagihan Indovision Membingungkan", perlu kami sampaikan bahwa kami telah menghubungi yang bersangkutan dan permasalahan telah diselesaikan dengan baik.

Permasalahan terjadi karena adanya kesalahpahaman mengenai paket tambahan dan periode pembayaran. Tagihan yang diinformasikan adalah untuk periode enam bulan termasuk paket tambahan atas permintaan pelanggan.

Penjelasan detil telah kami sampaikan dan diterima baik oleh Bapak Abdurrahman Azzam pada 15 November 2010. Kini Bapak Abdurrahman Azzam telah dapat menikmati paket tayangan dan tagihan sesuai dengan yang diinginkan.

Handiomono
Head of Corporate Communication
PT MNC SkyVision



(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Sabtu, 12/07/2014 02:06 WIB
    Wisma Samudera, Aset Sejarah yang Terbiarkan
    Saat ditawan Belanda di Mentok sekitar tahun 1948, Bung Karno menyempatkan waktu untuk mengunjungi Toboali yang saat itu berstatus sebagai kewedanaan.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?