detikcom

Sering Kejadian Kehilangan di Toko Joshua Sidoarjo

NE Srimulyani - suaraPembaca
Jumat, 03/09/2010 09:45 WIB
Jakarta - Pada 6 Juni 2010 sekitar jam 18.30 saya berbelanja di Toko Baby Joshua di Jalan Gadjah Mada Sidoarjo. Toko itu begitu penuh oleh pembeli yang sangat antusias memilih barang.

Saat saya membayar di kasir dompet saya hilang. Pihak Toko berjanji akan menghubungi saya dan memutarkan CCTV di keesokan harinya. Tetapi, sampai detik ini pun saya belum pernah ditelepon. Padahal, sebelum saya, sekitar jam 5 sore juga ada ibu-ibu yang kehilangan dompetnya.

Begitu saya keluar parkir dan cerita dengan tukang parkir, komentarnya, "loh belum lebaran kok sudah banyak yang kecopetan. Hati-hati Bu, di Joshua sama Toko Wolu memang sering kejadian begini. Terutama menjelang lebaran".

Yang saya sesalkan mengapa toko itu tidak ada satpam atau semacam sistem pengamanan yang membuat nyaman pembeli. Padahal sudah banyak kejadian semacam itu.

Dalam waktu kurang dari 3 jam dua orang kecopetan di dalam toko tentu bukan hal yang wajar. Saya berpesan kepada orang-orang yang mau berbelanja ke sana untuk hati-hati terhadap tas dan barang bawaan. Agar tidak mengalami kejadian serupa.

NE Srimulyani
Perum Taman Sarirogo AM1/20 Sidoarjo
enuduaka@yahoo.com
0888-279-0884



(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
61%
Kontra
39%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?