detikcom

Menunggu Delivery Order KFC Pajajaran Bogor Hingga Tidak Sahur

Ricky - suaraPembaca
Selasa, 24/08/2010 12:24 WIB
Jakarta - Hal yang teringat dari seorang anak kost seperti saya pada saat sahur adalah delivery order. Hal tersebut sudah sering saya lakukan mengingat sangat mudah dilakukan. Tinggal telepon lalu beberapa waktu ke depan diantar.

Pagi hari Minggu, 22/08/2010 pukul 03.15 saya menelepon 14022 untuk memesan sebuah paket dengan harapan akan tiba sebelum imsak untuk sahur. Saat saya menghubungi 14022 nama saya (a/n Ricky) sudah tercatat di sana berikut 3 nomor selular saya (karena saya sudah sering order KFC sebelumnya).

Ketika dikonfirmasi mengenai nomor telepon saya mengatakan bahwa untuk menghubungi gunakan nomor kedua yang baru saja disebutkan. Sehingga, beberapa menit kemudian, saat 14022 meneruskan pesanan saya ke KFC Bogor Cabang Pajajaran mereka benar menghubungi nomor saya tersebut.

Pihak KFC Pajajaran seperti biasa kemudian konfirmasi kembali mengenai pesanan, dan dengan nada ramah serta yakin kemudian mengatakan bahwa dalam waktu 40 menit ke depan pesanan akan sampai.

Waktu terus berjalan. Hingga menunjukkan pukul 04.25. Saya mulai tidak tenang. Saya coba  menghubungi kembali ke KFC Pajajaran namun telepon bernada sibuk. Saya menunggu hingga 5 menit kemudian saya ditelepon oleh KFC Pajajaran. Pihak KFC terkesan menyalahkan saya karena petugas delivery order sudah sampai di depan kost saya dan mencoba menghubungi selular saya namun tidak diangkat.

Kemudian saya menanyakan kembali mengenai nomor yang dihubungi, dan ternyata petugas menghubungi nomor saya yang lain. Saya kembali menegaskan bahwa nomor yang bisa dihubungi adalah nomor ini. Jangan menggunakan nomor yang lain dan hal tersebut sudah saya beritahukan sebelumnya.

Terbukti dari pihak KFC pun menghubungi saya ke nomor saya ini. Pihak KFC kemudian meminta maaf, dan menanyakan apakah paket pesanan bisa diantar sekarang? Saya menjawab, tentu saja (karena saya belum sahur), tapi jika sampai sini terlalu lama lebih baik saya cancel. Tapi, pihak KFC meyakinkan saya bahwa pesanan akan datang secepatnya.

Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Hingga IMSAK telah lewat namun petugas delivery tidak kunjung tiba. Hingga sekitar 10 menit dari waktu Imsak saya ditelepon oleh petugas delivery. Petugas mengatakan ke saya untuk menunggu sebentar karena yang bersangkutan sudah hampir sampai. Saya semakin emosi, karena buat saya percuma mengingat waktu telah Imsak. Saya kemudian mengatakan batal dan akan segera melaporkan kejadian ini.

Petugas kemudian mengatakanbahwa supervisor mereka akan menghubungi saya. Benar, tak lama berselang seorang supervisor KFC Pajajaran dengan nama Amir menelepon saya untuk meminta maaf. Pihak KFC juga kemudian menceritakan kronologisnya mengapa pesanan terlambat. Ternyata banyak order untuk pagi hari itu sehingga petugas delivery ditambah dari seorang petugas kasir.

Ternyata paket pesanan saya yang pertama dibawa oleh petugas yang ternyata adalah seorang kasir. Di mana petugas tersebut justru mengantar pesanan ke tempat-tempat yang jauh terlebih dahulu sehingga saya yang hanya berjarak sekitar 1 km diantar terakhir. Itu saja. Petugas tersebut hanya sampai di depan pagar, menelepon ke nomor yang salah, kemudian pulang kembali (padahal petugas sebelumnya selalu membunyikan pagar, mengetuk pintu, atau sedikit berteriak
dan masuk ke dalam). 

Dengan kondisi yang saya alami jelas KFC belum profesional dan prima dalam melakukan service delivery. Waktu yang dijanjikan 40 menit ternyata hanya omong kosong. Bahkan, membuat customer menunggu hingga tidak sahur. Keterangan dari customer juga tidak disimak dengan baik mengenai telepon yang bisa dihubungi. Ini sangat mengecewakan sekali meski pihak KFC Pajajaran berjanji akan menggantinya di sahur selanjutnya dengan free charge.

Hm, kita lihat apakah pelayanan KFC dapat diandalkan?

Ricky
Komplek Kehutanan No 14 Bogor
suyantoko@gmail.com 
087870718626
 


(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?