detikcom

Harga Tiket Bus Harapan Jaya yang Sangat Tinggi

Diana - suaraPembaca
Kamis, 19/08/2010 11:21 WIB
Jakarta - Harga tiket biasa normal dijual Rp 180,000 untuk jurusan Jakarta - Blitar. Namun, sekarang hanya bisa pesan harga tiket dengan down payment (DP) Rp 250,000. Sedangkan harga sebenarnya PO Harapan Jaya belum tuslah harus pesan dengan DP Rp250,000. Kekurangannya nanti kalau mau berangkat diminta membayar kekurangannya.

Pengalaman tahun kemarin DP 200 ribu mau berangkat diminta membayar 200 Ribu lagi. Jadi total 400 ribu. Sekarang harga DP 250 ribu apa mau berangkat jadi 500 ribu?

Saya berharap diumumkan secara nyata dan jelas. Mengapa tiket begitu mahal. Kepada Bapak Menteri tolong ditindak armada bus yang nakal. Harga tiket belum tuslah tapi sudah mencekik leher. Sebagai kaum rakyat kecil sangat dimanfaatkan oleh kondisi begini. Kasihan kita yang rakyat kecil.

Mohon ditindaklanjuti oleh pihak yang berwenang dan terkait. Terima kasih.

Diana
Cikarang Bekasi
rosarosita@yahoo.com 
08815114510



(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?