detikcom

Parkir Motor di Mall Central Park Butuh Perhatian Ekstra

Andoko Dean Lugisto - suaraPembaca
Kamis, 12/08/2010 16:27 WIB
Jakarta - Parkir motor di Mall Central Park Jakarta Barat membutuhkan perhatian ekstra. Setiap pukul 21.00 ketika arus kendaraan padat banyak motor yang melanggar peraturan dan memilih jalur pintas dengan lawan arah. Sungguh berbahaya.

Yang mengantri baik- baik dan mengikuti peraturan menjadi jengkel. Apalagi pihak petugas parkir terkesan sembrono dan menghalalkan cara pintas tersebut.

Saya sempat komplain kepada petugas yang ada di sana. Tapi, ditanggapi dengan dingin dan tidak bersahabat.

Mohon pihak Central Park menanggapi keluhan kami para pelanggan service parkir di sana. Hingga surat ini saya ketik parkir motor di sana masih saja tetap semrawut. Terima Kasih atas perhatiannya.

Andoko Dean Lugisto
Jalan Taman Ratu Blok G3 Nomor 2 Jakarta Barat
email_ke_dean@yahoo.com
02196102916


(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?