detikcom

Parkir Motor di Mall Central Park Butuh Perhatian Ekstra

Andoko Dean Lugisto - suaraPembaca
Kamis, 12/08/2010 16:27 WIB
Jakarta - Parkir motor di Mall Central Park Jakarta Barat membutuhkan perhatian ekstra. Setiap pukul 21.00 ketika arus kendaraan padat banyak motor yang melanggar peraturan dan memilih jalur pintas dengan lawan arah. Sungguh berbahaya.

Yang mengantri baik- baik dan mengikuti peraturan menjadi jengkel. Apalagi pihak petugas parkir terkesan sembrono dan menghalalkan cara pintas tersebut.

Saya sempat komplain kepada petugas yang ada di sana. Tapi, ditanggapi dengan dingin dan tidak bersahabat.

Mohon pihak Central Park menanggapi keluhan kami para pelanggan service parkir di sana. Hingga surat ini saya ketik parkir motor di sana masih saja tetap semrawut. Terima Kasih atas perhatiannya.

Andoko Dean Lugisto
Jalan Taman Ratu Blok G3 Nomor 2 Jakarta Barat
email_ke_dean@yahoo.com
02196102916


(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
40%
Kontra
60%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?