detikcom

Pelayanan SKCK Polsek Bekasi Utara Arogan Menerima Kritik

Steffi Dwithasari - suaraPembaca
Selasa, 03/08/2010 17:31 WIB
Jakarta - Hari ini saya melakukan perpanjangan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polsek Bekasi Utara. Saya datang pukul 10 siang. Pada pukul 11.30 saya melakukan pengambilan sidik jari.

Selanjutnya disuruh menunggu dipanggil untuk pengambilan SKCK dan pembayaran biaya administrasi sebesar 25.000. Namun, hingga pukul 15.00 saya tidak juga dipanggil. Yang lebih mengherankan lagi orang-orang yang antri setelah saya malah mendapatkan SKCK terlebih dahulu.

Akhirnya saya bertanya kepada Bapak Sugito (petugas yang berada di loket pengambilan SKCK). Saya menanyakan mengapa antrian setelah saya mendapatkan SKCK terlebih dahulu dan dijawab oleh Bapak sugito bahwa saya bersabar saja. Dan, sampai akhirnya antrian yang paling terakhir memperoleh SKCK-nya terlebih dahulu dibanding saya.

Sangat mengherankan sekali! Saya tanyakan lagi mengapa saya tidak juga dipanggil dan sekali lagi Bapak Sugito dan seorang petugas wanita berseragam menjawab dengan ketus. "Sabar saja Mbak, orang yang lain juga antri. Tau dirilah. Kalau tidak mau lama ke Polres Bekasi saja. Di sana lebih cepat!" What?

Akhirnya saya desak untuk mencari SKCK saya agar saya bawa ke polres. Dan, ternyata SKCK saya terselip di bagian pengambilan sidik jari. Ternyata ada kesalahan di sini dikarenakan tidak adanya nomor antrian untuk pembuatan SKCK di Polsek Bekasi Utara maka tumpukan berkas SKCK yang seharusnya nomor awal berada di nomor akhir!

Jadi, di sini jelas bahwa ternyata berkas saya jadi berada di urutan paling bawah. Padahal saya antri di nomor awal. Dan, yang lebih mengesalkan lagi, petugas wanita yang berada di loket SKCK (saya tidak lihat namanya) mengatakan kata-kata tidak enak kepada saya sambil berteriak-teriak dari dalam loket.

Saya hanya ingin mengkritik Polsek Bekasi Utara khususnya loket pembuatan SKCK untuk dibuatkan nomor antrian. Sehingga, orang yang datang awal maka akan dilayani awal juga. Tidak sebaliknya. Apa saya salah kalau saya mengkritik petugas tersebut secara langsung? Apakah petugas pembuatan SKCK terlalu arogan untuk menerima kritik terbuka dari masyarakat? 

Harap menjadi perhatian Kapolsek Bekasi Utara. Terima kasih. 

Steffi Dwithasari
Bekasi
run_tepie@yahoo.com

(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 12/09/2014 22:32 WIB
    Menelisik Determinan Rasio Pajak
    Di awal masa pemerintahan Jokowi, isu fiscal space di APBN kembali menjadi perhatian. Berbagai alternatif solusi muncul untuk menanggulangi hal ini. Diantaranya adalah melalui peningkatan rasio pajak.
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?