detikcom

Refund Citilink Dua Bulan Lebih Belum Dibayarkan

Prasetyo - suaraPembaca
Jumat, 30/07/2010 15:25 WIB
Jakarta - Pada tanggal 6/5/2010 saya melakukan booking tiket jurusan Surabaya - Cengkareng melalui internet banking dengan menggunakan kartu kredit. Pada Minggu (16/5/2010) pesawat Garuda  Citilink GA018 yang saya tumpangi seharusnya diberangkatkan dari Bandara Juanda Surabaya  menuju Bandara Soekarno-Hatta Jakarta pada pukul 20.00 sesuai jadwal pemberangkatan. Namun, pihak Citilink kemudian mengumumkan penundaan keberangkatan (delay) selama sampai kurang lebih jam 22.30. 
 
Oleh karena tidak ada urusan yang mendadak akhirnya saya membatalkan perjalanan dan meminta refund ke pihak Citilink. Pihak Citilink akhirnya memenuhi permintaan kami untuk refund 100%. Dan, saya terpaksa memilih maskapai penerbangan lain meskipun lebih mahal jauh karena beli tiketnya mendadak.
 
Setelah satu minggu saya tunggu refund yang dijanjikan belum dikirim baik melalui kartu kredit maupun ke nomor rekening yang saya berikan. Akhirnya saya email ke bagian Customer Service Citilink yang ada di websitenya. Pada tanggal 21/5/2010 pihak Citilink membalas email saya  untuk mengirimkan tagihan kartu kreditnya beserta KTP dan nomor rekening kembali melalui faksimili. 
 
Setelah tagihan keluar maka tanggal 2/6/10 saya kirimkan faks sesuai dengan alamat yang diberikan. Dan, saya email lagi Custumer Service dan diberi balasan akan segera memprosesnya. Setelah satu bulan tidak ada tanggapan apa-apa lagi saya coba telepon lagi operatornya. Setelah saya menceritakan kembali kronologisnya saya disuruh untuk mengirimkan tagihan tersebut melalui email. 
 
Pada tanggal 29/6/2010 saya mengirimkan email beserta attachment-nya berupa tagihan dan KTP juga nomor rekekning ke email refund@citilink.co.id. Setelah dua minggu saya konfirmasi melalui telepon kembali lagi ditanyakan kronologisnya. Saya ceritakan mulai awal lagi. Operator tersebut mengatakan kalau sistemnya ada trobel. Terus diberi nomor telepon bagian refund. 
 
Setelah itu saya telepon bagian refund akan tetapi tidak diangkat sampai lama sekali. Saya telepon kembali bagian operatornya ternyata beda operatornya sehingga saya menceritakan kronologisnya lagi. Setelah itu operatornya bilang akan segera memprosesnya.
 
Setelah lama tidak ada kabar lagi pada tanggal 22/7/2010 saya telepon kembali operatornya (waktu itu yang dengan Igo kalau tidak salah namanya) saya ceritakan kembali kronologis  kejadiannya. Setelah dicek katanya sudah dibayarkan pada tanggal 17 Mei 2010. Saya kaget karena selama ini belum ada pembayaran ke kartu kredit maupun rekening bank. 
 
Saya coba memberitahukan bahwa tidak ada pembayaran apa pun dari Citilink karena saya selalu mengecek tiap minggu rekening bank maupun kartu kredit. Akan tetapi tidak dia seakan tidak percaya suruh saya konfirmasi lagi ke pihak Bank. Akhirnya saya tutup dan telpon ke pihak kartu kredit maupun bank untuk pembayaran pada tanggal tersebut. 
 
Pihak bank dan pihak Kartu kredit menyatakan tidak ada pembayaran apapun sejumlah yang telah dikasih tahu dari pihak Citilink. Saya telepon lagi pihak Citilink. Kali ini yang menerima beda lagi, Evi. Saya ceritakan kronologisnya sedetilnya sehingga memerlukan waktu lama. Kemudian setelah menunggu lama akhirnya dikasih tahu untuk menutup teleponnya nanti akan ditelepon kembali sekitar 30 menit. 
 
Sekarang sudah 7 x 24 jam saya tunggu tidak ada konfirmasi lagi dari pihak Citilink. Akhirnya saya telepon lagi tanggal 29 Juli pukul 10.00. Saya ceritakan lagi kronologisnya dan diberi jawaban yang sama seperti pendahulunya. Saya disuruh menunggu lagi nanti akan ditelepon pihak refund. Setelah saya tanyakan lagi kapan mau dihubungi katanya sekitar malam baru bisa dihubungi.
 
Saya menuliskan ini sebagai bentuk kekecewaan terhadap maskapai ini. Sebenarnya sudah lama mau menuliskan ini untuk surat pembaca tapi saya masih berpikir positif. Akan tetapi kalau tidak ada kejelasan seperti ini akhirnya saya tuliskan ini. Apalagi sekarang saya lagi membutuhkan uang itu. Pulsa yang saya keluarkan juga sudah banyak. Nomer telepon  yang bisa dihubungi ada di daerah Surabaya sedangkan saya di Jakarta. Sekali menelpon saja minimal 10 ribu karena harus menceritakan kronologis lama. Ini sudah berkali-kali menelepon tapi belum ada kejelasan.
 
Kalau dihitung sudah dua bulan lebih seharusnya mendapat kompensasi bunga. Sudah keluar uang karena tidak jadi berangkat dan dapet harga maskapai yang lain lebih mahal uang tidak juga dikembalikan. Habis pulsa banyak tapi tidak ditanggapi.
 
Prasetyo
Jl Kemanggisan Utama III/44 Jakarta Barat
prasetyo.djp@gmail.com 
02140122838



(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?