detikcom

Sampai Kapan Harus Susah Payah Menagih Hadiah Helm Yamaha

Sumento - suaraPembaca
Selasa, 20/07/2010 12:31 WIB
Jakarta - Tertarik dengan iklan dan penampilan Yamaha New Jupiter Z 115, serta hadiah helm full face edisi terbatas, maka saya pun akhirnya menjatuhkan pilihan untuk membeli motor Yamaha New Jupiter Z 115. Ada pun pembelian dilakukan di Pekan Raya Jakarta (PRJ) pada tanggal 27 Juni 2010 denan melakukan tanda jadi 150 ribu di Dealer Dirgantara Motor dengan Sales Sdr Roni.

Sempat saya tanyakan pada Sales yang bersangkutan apakah hadiah helm tersebut masih berlaku jika transaksi dilakukan pada awal Juli. Sales tersebut menjawab tetap masih berlaku. Akhirnya pada tanggal 2 JUli saya melunasi pembayaran motor tersebut dengan cara cash.

Sempat juga terjadi pertentangan tentang masalah hadiah helm. Namun, akhirnya Kepala Cabang Showroom Dirgantara memberikan acc tanda tangannya bahwa helm pasti diberikan. Ada pun kondisi pemberian helm dijanjikanpada saat pengambilan STNK baru helm diberikan.

Saya menunggu selama 16 hari baru STNK turun. Sewaktu pengurusan STNK ini merupakan waktu paling lama dibandingkan dengan saat-saat saya melakukan pembelian 8 (delapan) motor saya yang  lalu-lalu. 
 
Ketika pengambilan STNK helm yang dijanjikan tidak ada dengan alasan habis dan diberikan janji bahwa hari Senin, 19 Juli 2010 helm tersebut bisa diambil. Lalu hari Senin, 19 Juli 2010 saya kembali menelepon Dirgantara Motor Pasar Baru  untuk menagih janji tersebut. Lagi-lagi diberikan alasan bahwa stok di pabrik sedang kosong.
 
Dari semua runutan cerita di atas maka dengan segala hormat saya bertanya kepada pihak Yamaha Indonesia selaku yang memberikan janji hadiah helm tambahan helm full face edisi terbatas untuk pembelian New Jupiter Z selama bulan Juni 2010.

Sampai kapan saya harus bersusah payah untuk menagih hadiah helm tersebut? Apakah memang Yamaha Indonesia tidak siap dalam memberikan hadiah bagi konsumen yang telah membeli produknya atau memang ini kesalahan konyol dari pihak Dealer Dirgantara Motor Pasar Baru? 
 
Demikian surat ini dibuat. Atas perhatian, bantuan, dan kerja sama yang diberikan saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. 

Sumento
Jakarta Utara 
tomensu@yahoo.com 
08129551715


(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?