detikcom

Nokia E 72 Cacat Produksi

Charisma Desta A - suaraPembaca
Senin, 12/07/2010 08:01 WIB
Jakarta - Saya membeli Nokia E72 pada tanggal 4 Juli 2010 di OK Shop A Yani 2 Balikpapan. Keadaan handset yang saya terima semua normal dan sebelum dibuka masih tersegel Nokia secara resmi. Pada waktu pembelian saya juga mencoba dan dibantu oleh pegawai OK shop. Terlihat E72 saya tidak bermasalah dan disarankan untuk men-charge batere selama 8 jam tanpa diaktifkan.

Saya melakukan seperti yang disarankan tersebut. Namun, yang saya dapatkan adalah Nokia E72 ternyata mengalami restart antara 3 sampai 5 menit setiap kali saya menjalankan fitur-fitur yang ada ponsel tersebut.

Pada tanggal 5 Juli 2010 saya membawa ponsel tersebut ke Nokia Care Point Balikpapan karena masih bergaransi resmi (baru dipakai 1 hari) dan menyatakan permasalahan yang saya hadapi. Saya disarankan ponsel tersebut untuk referesh/ upgrade firmware (seperti yang dikatakan oleh pihak Nokia Balikpapan). Kemudian saya ambil keesokan harinya pada tanggal 6 Juli 2010.

Namun demikian ponsel E72 saya masih tetap tidak dapat digunakan karena setiap 3-5 menit pasti restart. Saya kemudian mencoba membuka internet dan ternyata ada beberapa permasalahan yang sama seperti yang saya alami seperti Bapak Wira di suara pembaca detik.com yang mengalami kerusakan pada handset pada hari Senin, 01/02/2010.

Pertanyaan saya:
1. Bagaimana mungkin tidak dikatakan sebagai cacat produksi apabila nokia E72 yang saya beli hanya bisa dipakai selama 3-5 menit kemudian restart.
2. Apakah tidak ada kualitas kontrol dari pihak Nokia sebelum suatu produk dipasarkan. Kalau ada mengapa ponsel E72 saya tidak dapat digunakan? Secara fisik baik kemasan maupun ponsel tersebut masih baru tidak ada lecet sama sekali karena baru digunakan selama 1 hari.
3. Ponsel tersebut sudah direfresh/ upgrade firmware oleh pihak Nokia Care Balikpapan (saya masukkan tanggal 5 Juli 2010 di Nokia Care Balikpapan). Namun, mengapa hal tersebut masih terulang. Ponsel akan restart 3-5 menit setiap dipakai ataupun tidak dipakai. Dengan kata lain ponsel tersebut adalah 'cacat produksi'.
4. Kompensasi apa yang saya terima dari Nokia karena sampai sekarang saya tidak bisa menggunakan ponsel tersebut dan sangat merugikan bagi saya. 
5. Apakah nokia memproduksi E72 yang setelah dibeli untuk direparasi kembali. Padahal bila dibandingkan dengan ponsel Nokia 5700 saya sampai sekarang masih bisa digunakan kembali.
6. Ponsel E72 tersebut sekarang saya kirim ke Jakarta melalui Nokia Care Balikpapan dan baru selesai 2 minggu - 1 bulan. Berarti saya telah kehilangan waktu selama 2 minggu - 1 bulan untuk dapat menggunakan E 72 yang notabene adalah ponsel Nokia yang baru yang saya anggap dapat memudahkan saya dalam bekerja, namun ternyata saya membeli nokia E72 rusak bergaransi resmi Nokia.
7. Apakah saya dapat penggantian ponsel E72 yang terbaru? Saya rasa tidak, karena mana mungkin Nokia mau rugi yang ada merugikan konsumen selaku pengguna. Saya juga mengutip suara pembaca Bapak Wira yang dikuti juga dari
(http://www.nokia.co.id/dukungan-dan-software/perbaikan-dan-daur-ulang/garansi-terbatas-eropa) yang dikatakan:

" ... TIDAK ADA SEORANG PUN yang bisa dan boleh memberikan alasan-alasan untuk menghalangi penggantian produk yang cacat dari pabrik. Khususnya sudah diperiksa, diketahui, dan diakui oleh Nokia Service Centre sendiri dalam hal ini Teknisi yang bertugas, bahwa produk memang CACAT PABRIK dan ada peringatan bahwa jika produk dibongkar, maka kondisinya tidak akan sebagus kondisi ketika pertama kali produk dikeluarkan oleh pabrik, konsumen pastinya nggak mau bahwa produk yang dimilikinya dengan nilai uang tertentu jadi semakin turun nilainya akibat efek samping service yang justru merusak produk yang sudah dibeli. Jadi penggantian adalah MUTLAK. Siapa pun yang bertindak atas nama Nokia, dan mencoba menghalangi penggantian produk yang cacat pabrik tersebut, silakan dihadapkan pada ketentuan Garansi yang mereka buat sendiri ini".

Dari pernyataan tersebut bahwa saya sangat dirugikan karena mendapatkan ponsel E72 cacat produksi. Saya akan tunggu apakah ada penggantian yang baru atau tidak. Kalaupun tidak ada berarti Nokia tidak layak dikatakan sebagai produsen ponsel terbaik di dunia. Sekian dan terima kasih

Charisma Desta A
Gd BRI Lt 8 Jln Jenderal Sudirman No 37
Balikpapan Kalimantan Timur
charisma.desta_a@yahoo.com
081326529517



(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?