detikcom

Menanyakan Tarif Pasang Baru PLN di Bojong Gede Cibinong

N Budhi Luhur - suaraPembaca
Rabu, 09/06/2010 14:49 WIB
FOTO: /ilus ist.
Jakarta - Saya berencana memasang baru PLN di rumah saya di daerah Bojong Gede Cibinong dengan harga pasang baru sebesar Rp 650,000. Oke, ketika itu saya setujui. Setelah beberapa hari datanglah 'oknum' PLN ke rumah dan dia berkata, "Pak, untuk pasang baru PLN sudah menggunakan system prepaid." Saya bilang, "oke".

Terus dia berkata untuk pemasangan baru PLN dikenakan biaya instalasi untuk 3 titik. Saya jawab oke. Setelah itu saya bertanya untuk ini total biaya yang harus saya keluarkan berapa. Dia berkata jadi total yang harus dbayarkan Rp 1,500,000.

Waduh. Kenapa naiknya besar sekali dari tarif dasar pasang baru. Saya bertanya bukannya untuk KWH dan MCB sudah disediakan PLN dan itu sudah masuk di dalam harga Rp 650,000. 'Oknum' tersebut diam dan mengalihkan pembicaraan biaya tersebut.

"Untuk instalasi, Pak, sepengetahuan saya untuk instalasi 3 titik tidak akan melebihin dari tarif pasang baru," oknum tersebut berkelit itu untuk pembelian kabel, stop contact, dan lain-lain. Hal yang saya khawatirkan adalah setiap pemasangan baru PLN semua instalasi tidak memenuhi nilai standar kelistrikan. Seperti jenis kabel, tahanan kabel, sampai ke hal grounding pun tidak standar.

Saya hanya ingin menanyakan apakah harga pasang baru PLN untuk area Bojong Gede Cibinong benar Rp 1,500,000. Kalau tidak apakah PLN tidak memiliki kontrol untuk hal ini. Atau memang tutup mata dengan adanya pencari rupiah di bawah ataukah ada pembagian jatah dari level atas sampai bawahan?

N Budhi Luhur
Jl Mega Kuningan Lot E4-7 No 1 Jakarta
n.budhi.luhur@gmail.com
08176080311



(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%
Poling Index »

Siapakah yang Anda anggap benar dalam kasus APBD DKI 2015?