detikcom

Penyelesaian Keluhan SMS Permata Mobile untuk Bapak Terendita

Leila Djafaar - Senior Vice President - suaraPembaca
Sabtu, 22/05/2010 15:05 WIB
FOTO: /ilus ist.
Jakarta - Berkenaan dengan Suara Pembaca yang disampaikan oleh Bapak Terendita Wisnufi N berjudul "SMS dari Permata Mobile 3399 Berhenti Ketika Pulsa Habir" melalui media online Detik.com (06/05/10), bersama ini kami menyampaikan permohonan maaf kepada Bapak Terendita Wisnufi N atas ketidaknyamanan yang Bapak alami.

PermataBank telah menindaklanjuti permasalahan tersebut dengan pihak Indosat dan menghubungi Bapak Terendita Wisnufi N untuk melakukan klarifikasi dan penyelesaian atas permasalahan yang terjadi. Dalam pembicaraan tersebut dijelaskan bahwa pihak Indosat telah mengembalikan pulsa Bapak Terendita Wisnufi N.

Bapak Terendita Wisnufi N dengan baik dapat menerima penjelasan dan penyelesaian yang telah PermataBank dan pihak Indosat sampaikan.

Leila Djafaar
Senior Vice President
Head, Corporate Affair
PermataBank



(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Kamis, 17/04/2014 11:56 WIB
    Selamatkan Remaja dengan Islam
    Pada tanggal 26 April 2014, 20 ribu pelajar Sumatera Utara akan mengikuti Gebyar Generasi Berencana (GenRe). Acara ini dimotori oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Utara.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?