detikcom

Penyelesaian Keluhan SMS Permata Mobile untuk Bapak Terendita

Leila Djafaar - Senior Vice President - suaraPembaca
Sabtu, 22/05/2010 15:05 WIB
FOTO: /ilus ist.
Jakarta - Berkenaan dengan Suara Pembaca yang disampaikan oleh Bapak Terendita Wisnufi N berjudul "SMS dari Permata Mobile 3399 Berhenti Ketika Pulsa Habir" melalui media online Detik.com (06/05/10), bersama ini kami menyampaikan permohonan maaf kepada Bapak Terendita Wisnufi N atas ketidaknyamanan yang Bapak alami.

PermataBank telah menindaklanjuti permasalahan tersebut dengan pihak Indosat dan menghubungi Bapak Terendita Wisnufi N untuk melakukan klarifikasi dan penyelesaian atas permasalahan yang terjadi. Dalam pembicaraan tersebut dijelaskan bahwa pihak Indosat telah mengembalikan pulsa Bapak Terendita Wisnufi N.

Bapak Terendita Wisnufi N dengan baik dapat menerima penjelasan dan penyelesaian yang telah PermataBank dan pihak Indosat sampaikan.

Leila Djafaar
Senior Vice President
Head, Corporate Affair
PermataBank



(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Jumat, 22/08/2014 08:51 WIB
    Lapangan Monas: Alun-alun Republik Indonesia
    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menata kembali manajemen kawasan Monumen Nasional, sehubungan dengan kesemerawutan pedagang kaki lima serta parkir liar di kawasan tersebut.
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?