detikcom

Penyelesaian Keluhan SMS Permata Mobile untuk Bapak Terendita

Leila Djafaar - Senior Vice President - suaraPembaca
Sabtu, 22/05/2010 15:05 WIB
FOTO: /ilus ist.
Jakarta - Berkenaan dengan Suara Pembaca yang disampaikan oleh Bapak Terendita Wisnufi N berjudul "SMS dari Permata Mobile 3399 Berhenti Ketika Pulsa Habir" melalui media online Detik.com (06/05/10), bersama ini kami menyampaikan permohonan maaf kepada Bapak Terendita Wisnufi N atas ketidaknyamanan yang Bapak alami.

PermataBank telah menindaklanjuti permasalahan tersebut dengan pihak Indosat dan menghubungi Bapak Terendita Wisnufi N untuk melakukan klarifikasi dan penyelesaian atas permasalahan yang terjadi. Dalam pembicaraan tersebut dijelaskan bahwa pihak Indosat telah mengembalikan pulsa Bapak Terendita Wisnufi N.

Bapak Terendita Wisnufi N dengan baik dapat menerima penjelasan dan penyelesaian yang telah PermataBank dan pihak Indosat sampaikan.

Leila Djafaar
Senior Vice President
Head, Corporate Affair
PermataBank



(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Sabtu, 12/07/2014 02:06 WIB
    Wisma Samudera, Aset Sejarah yang Terbiarkan
    Saat ditawan Belanda di Mentok sekitar tahun 1948, Bung Karno menyempatkan waktu untuk mengunjungi Toboali yang saat itu berstatus sebagai kewedanaan.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?