detikcom

Penyelesaian Keluhan SMS Permata Mobile untuk Bapak Terendita

Leila Djafaar - Senior Vice President - suaraPembaca
Sabtu, 22/05/2010 15:05 WIB
FOTO: /ilus ist.
Jakarta - Berkenaan dengan Suara Pembaca yang disampaikan oleh Bapak Terendita Wisnufi N berjudul "SMS dari Permata Mobile 3399 Berhenti Ketika Pulsa Habir" melalui media online Detik.com (06/05/10), bersama ini kami menyampaikan permohonan maaf kepada Bapak Terendita Wisnufi N atas ketidaknyamanan yang Bapak alami.

PermataBank telah menindaklanjuti permasalahan tersebut dengan pihak Indosat dan menghubungi Bapak Terendita Wisnufi N untuk melakukan klarifikasi dan penyelesaian atas permasalahan yang terjadi. Dalam pembicaraan tersebut dijelaskan bahwa pihak Indosat telah mengembalikan pulsa Bapak Terendita Wisnufi N.

Bapak Terendita Wisnufi N dengan baik dapat menerima penjelasan dan penyelesaian yang telah PermataBank dan pihak Indosat sampaikan.

Leila Djafaar
Senior Vice President
Head, Corporate Affair
PermataBank



(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 26/01/2015 09:04 WIB
    Pertobatan Moral dan Etis Penegak Hukum
    Drama hukum menegangkan bumi nusantara telah digelar nyata, bukan fiksi tapi realita. Sikap maryarakat nyata terbelah, tidak seperti Cicak vs Buaya jilid 1 yang sangat terang menderang seluruh komponen bangsa mendukung dibalik KPK.
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?