detikcom

Penyelesaian Keluhan SMS Permata Mobile untuk Bapak Terendita

Leila Djafaar - Senior Vice President - suaraPembaca
Sabtu, 22/05/2010 15:05 WIB
FOTO: /ilus ist.
Jakarta - Berkenaan dengan Suara Pembaca yang disampaikan oleh Bapak Terendita Wisnufi N berjudul "SMS dari Permata Mobile 3399 Berhenti Ketika Pulsa Habir" melalui media online Detik.com (06/05/10), bersama ini kami menyampaikan permohonan maaf kepada Bapak Terendita Wisnufi N atas ketidaknyamanan yang Bapak alami.

PermataBank telah menindaklanjuti permasalahan tersebut dengan pihak Indosat dan menghubungi Bapak Terendita Wisnufi N untuk melakukan klarifikasi dan penyelesaian atas permasalahan yang terjadi. Dalam pembicaraan tersebut dijelaskan bahwa pihak Indosat telah mengembalikan pulsa Bapak Terendita Wisnufi N.

Bapak Terendita Wisnufi N dengan baik dapat menerima penjelasan dan penyelesaian yang telah PermataBank dan pihak Indosat sampaikan.

Leila Djafaar
Senior Vice President
Head, Corporate Affair
PermataBank



(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?