detikcom

Bintang Rejeki Motor Cinunuk Tidak Sanggup Memperbaiki Jupiter

Supriyadi - suaraPembaca
Selasa, 18/05/2010 14:16 WIB
FOTO: /ilus ist.
Jakarta - Pada hari Kamis tanggal 13 Mei 2010 saya memasukkan motor Yamaha Jupiter saya dengan nomor polisi B 6254 XA ke bengkel resmi Yamaha Bintang Rejeki Motor Cabang Cinunuk. Karena, Jupiter tersebut mendadak mati dan tidak bisa dihidupkan lagi.

Sudah sejak lama saya menggunakan motor Yamaha. Tapi, baru kali ini saya merasa sangat dikecewakan oleh pelayanan bengkel resminya.

Sejak Kamis pihak mekanik dan Kepala Mekanik selalu mengulur waktu pengerjaan motor saya. Sampai saya tidak masuk kerja hanya untuk mengurus motor tersebut. Setiap saya datang ternyata motor belum dikerjakan.

Salah satu mekanik melakukan pembongkaran terhadap mesin saya dan dikatakan estimasi
penggantian part lebih dari 600 ribu tanpa analisa yang jelas. Esoknya, masih juga motor saya belum dikerjakan. Janji Kepala Mekanik yang akan menghubungi juga tidak kunjung ada kabar.

Saat Senin kemarin saya datang lagi. Kondisi motor masih belum dikerjakan dan mekaniknya mengatakan tidak sanggup mengerjakan! Setelah motor dibongkar tiba-tiba menyatakan hal itu. Sungguh keterlaluan dan tidak profesional. Seorang mekanik yang harusnya terlatih dan mempunyai skill menggunakan seragam mekanik bengkel Yamaha sanggup mengatakan hal seperti itu.

Dan, parahnya lagi saat mesin dilakukan perakitan kembali mekaniknya kebingungan. Akhirnya membongkar mesin milik konsumen lain yang kebetulan typenya sama untuk melihat urutan pemasangan part-nya.

Seperti inikah kualitas mekanik dan pelayanan bengkel Yamaha? Niat saya untuk membeli motor Yamaha yang baru juga sepertinya akan saya urungkan. Apalagi dengan layanan yang sangat buruk seperti ini.

Supriyadi
Komp Bumi Orange Blok D3/3 RT 04/30
Ds Cimekar Cileunyi Bandung
supriyadi.yadi@bdg2.sat.co.id
085221374428



(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Sabtu, 12/07/2014 02:06 WIB
    Wisma Samudera, Aset Sejarah yang Terbiarkan
    Saat ditawan Belanda di Mentok sekitar tahun 1948, Bung Karno menyempatkan waktu untuk mengunjungi Toboali yang saat itu berstatus sebagai kewedanaan.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
67%
Kontra
33%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?