detikcom

Smart Perlu Waktu Setengah Jam Sampai Website Terbuka

Anto - suaraPembaca
Rabu, 17/02/2010 09:23 WIB
FOTO: /ilustrasi ist.
Jakarta - Saya pemakai layanan internet Smart yang katanya bisa cepat sampai-sampai harus pakai seat belt. Tapi, kenyataannya sangat jauh berbeda. Awalnya sih lumayan. Tapi, setelah empat bulan untuk membuka detik.com saja perlu waktu setengah jam sampai terbuka full page.

Pada tanggal 15 Februari 2010 sekitar pukul 15.00 saya sudah laporan via telepon ke Customer Service. Sewaktu ditelepon juga harus menunggu sampai setengah jam baru ada Customer Service yang melayani.

Setelah dibuatkan laporan pada malam hari sekitar jam setengah sembilan saya dihubungi oleh Smart teknisi lewat telepon 08812103028. Katanya sudah beres. Namun, setelah saya buka lagi tidak ada perbedaan sama sekali.

Setelah itu saya telepon lagi ke Customer Service Smart yang baru diangkat sekitar 15 menit kemudian. Tapi, sampai saat ini Smart-nya tetep tidak pinter-pinter alias lelet. Saya mohon perhatiannya dan terima kasih.

Anto
Tanjung Duren Jakarta
tan_shieldz@yahoo.com
081383145726


(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?