detikcom

Smart Perlu Waktu Setengah Jam Sampai Website Terbuka

Anto - suaraPembaca
Rabu, 17/02/2010 09:23 WIB
FOTO: /ilustrasi ist.
Jakarta - Saya pemakai layanan internet Smart yang katanya bisa cepat sampai-sampai harus pakai seat belt. Tapi, kenyataannya sangat jauh berbeda. Awalnya sih lumayan. Tapi, setelah empat bulan untuk membuka detik.com saja perlu waktu setengah jam sampai terbuka full page.

Pada tanggal 15 Februari 2010 sekitar pukul 15.00 saya sudah laporan via telepon ke Customer Service. Sewaktu ditelepon juga harus menunggu sampai setengah jam baru ada Customer Service yang melayani.

Setelah dibuatkan laporan pada malam hari sekitar jam setengah sembilan saya dihubungi oleh Smart teknisi lewat telepon 08812103028. Katanya sudah beres. Namun, setelah saya buka lagi tidak ada perbedaan sama sekali.

Setelah itu saya telepon lagi ke Customer Service Smart yang baru diangkat sekitar 15 menit kemudian. Tapi, sampai saat ini Smart-nya tetep tidak pinter-pinter alias lelet. Saya mohon perhatiannya dan terima kasih.

Anto
Tanjung Duren Jakarta
tan_shieldz@yahoo.com
081383145726


(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
OpiniAnda Index »
  • Sabtu, 12/07/2014 02:06 WIB
    Wisma Samudera, Aset Sejarah yang Terbiarkan
    Saat ditawan Belanda di Mentok sekitar tahun 1948, Bung Karno menyempatkan waktu untuk mengunjungi Toboali yang saat itu berstatus sebagai kewedanaan.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?