detikcom

Berapakah Sebenarnya Biaya Pengurusan dan Perpanjangan SIM

Ahmad Ridani - suaraPembaca
Selasa, 17/11/2009 08:19 WIB
FOTO: /ist.
Jakarta - Saya baru saja mengurus perpanjangan surat izin mengemudi (SIM) A pada mobil keliling pembuatan SIM A Poltabes Pekanbaru. Biaya untuk perpanjangan SIM sepengetahuan saya hanya 60 ribu.

Namun, ketika saya mengurus perpanjangan SIM A tersebut saya diminta tagihan biaya sebesar 160 ribu. Ketika saya protes beliau (aparat polisi) mengatakan bahwa biaya 60 ribu tersebut hanya berlaku jika pengurusannya langsung dilakukan di Poltabes Pekanbaru.

Lalu, muncul dalam benak saya kenapa harus berbeda. Menurut hemat saya seharusnya sama karena toh mobil keliling tersebut merupakan bagian dari unit kerja Poltabes Pekanbaru tersebut.

Mohon penjelasan dari Dirlantas Mabes Polri. Berapakah sebenarnya biaya pengurusan pembuatan SIM baru dan perpanjangan SIM A dan C. Apakah benar ada perbedaan biaya jika melakukan perpanjangan SIM di kantor dan mobil pelayanan SIM.

Jika tidak ada perbedaan mohon ditindak aparat yang melakukan pelanggaran tersebut. Sepengetahuan saya mobil keliling pelayanan SIM tersebut diadakan untuk memberikan pelayanan murah dan cepat untuk masyarakat.

Dan, mengutip pernyataan dari Kapolri, beliau menjamin Polri akan berubah dan tidak akan ada lagi polisi nakal pada tahun 2010. Menurut saya jika memang ingin berubah polisi harus memulai dari bagian yang langsung bersentuhan dengan masyarakat seperti proses pengurusan SIM ini. Terima kasih.

Ahmad Ridani
Pekanbaru
ahmadputra_riau@yaho.coid
076120068



(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Kamis, 17/04/2014 11:56 WIB
    Selamatkan Remaja dengan Islam
    Pada tanggal 26 April 2014, 20 ribu pelajar Sumatera Utara akan mengikuti Gebyar Generasi Berencana (GenRe). Acara ini dimotori oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Utara.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?