detikcom

Pemesan Tupperware Ingin Produk Promo Itu Tidak Cuma Satu

Rosiana - suaraPembaca
Jumat, 30/10/2009 13:15 WIB
FOTO: /ist.
Jakarta - Segala hormat kepada merk produk Tupperware (PT Pijar Graha Cemerlang) sebagai member saya merasa kecewa. Motto dari Tupperware "Peluang untuk Mengubah Hidup Anda" membuat saya menjadi bertanya. Dengan maksud ingin mendapatkan tambahan dengan menjadi member Tupperware saya kira dalam makna motto merk Tupperware tidak akan menyusahkan membernya.

Tetapi, tidak untuk saya. Ketika saya menjual produk promo saya harus mengambil barang dengan nominal yang ditentukan hanya untuk mendapatkan satu buah produk promo. Sedangkan orang yang memesan barang ingin produk promo itu tidak cuma 1 atau 2 biji. Akhirnya saya tidak bisa mendapatkan barang.

Sebagai member saya mengerti peraturan yang ada di mana di dalamnya tidak terdapat poin yang menekankan member harus membeli produk dengan nilai nominal target yang ditentukan. Saya mohon penjelasan dari Tupperware. Terima kasih atas perhatiannya.

Rosiana
Jl Lontar 7 No 17 Jakarta
rkrisnaningsih@yahoo.com
30014376



(msh/msh)

Share:
Baca Juga



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 31/03/2015 07:06 WIB
    Warisan yang Harus Diganti
    Kemacetan yang terjadi di beberapa kota besar seperti DKI Jakarta sudah merupakan suguhan yang biasa buat orang-orang yang tinggal atau bekerja di kota tersebut maupun di daerah sekitarnya (Bodetabek).
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%
Poling Index »

Setujukah Anda dengan pemblokiran situs-situs online yang dinilai BNPT radikal?