detikcom

Penyelesaian Order Hoka Bento Delivery Sebelumnya Tidak Ada Masalah

Ag Luky Setyaka - PT Eka Bogainti - suaraPembaca
Jumat, 12/06/2009 15:53 WIB
FOTO: /ist.
Jakarta - Menanggapi Bapak Haryadi pada Suara Pembaca detik.com (05/06/2009) yang berjudul "Order Hoka Hoka Bento Delivery Sebelumnya Tidak Ada Masalah", pertama-tama kami mengucapkan terima kasih atas masukan yang diberikan dan meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Kami sudah menindaklanjuti masukan yang diberikan dan menghubungi Bapak Haryadi. Bapak Haryadi dapat menerima penjelasan kami dan permasalahan tersebut sudah selesai.

Saat ini, Hoka Hoka Bento memiliki layanan Call Center. Customer Hoka Hoka Bento dapat menikmati layanan ini dengan menghubungi 500505 untuk menikmati
menu-menu spesial Hoka Hoka Bento.

Setiap masukan dan saran menjadi informasi yang sangat berguna untuk meningkatkan pelayanan pada customer. Kami selalu berusaha memberikan pelayanan yang prima bagi customer kami.

Apabila ingin menyampaikan masukan pada Hoka Hoka Bento, Bapak juga dapat mengirimkannya ke Suara Konsumen pada website kami di www.hokahokabento.co.id. Kami nantikan kunjungan Bapak berikutnya di store Hoka Hoka Bento.

Ag Luky Setyaka
PT Eka Bogainti
Jl Raya Poncol No 2 Ciracas Jakarta Timur 13740
egi.luky@hokahokabento.co.id
Tlp. (021) 8711234, 8700440
Fax. (021) 8700445

(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?