detikcom

Mendapatkan Surat Keterangan Dokter RSIA Hermina dalam Hitungan 'Menit'

Erwin - suaraPembaca
Jumat, 22/05/2009 14:57 WIB
FOTO: /ist.
Jakarta - Saya pada tanggal 20 Mei 2009 pergi ke RSIA Hermina Podomoro untuk melakukan kontrol bulanan kehamilan istri saya. Kebetulan saya akan pergi keluar kota dengan pesawat.

Sehubungan dengan kehamilan istri saya yang telah memasuki minggu ke-28 maka maskapai penerbangan yang saya pilih meminta saya untuk melampirkan surat keterangan dari dokter. Ketika saya meminta surat tersebut pada staff rekam medis mereka menginformasikan kepada saya bahwa 'dibutuhkan waktu 2 x 24 jam' untuk 'mencetak' surat tersebut.

Menurut saya hal itu 'sangat tidak masuk akal'. Oleh karena staff tersebut hanya perlu melakukan perubahan nama pasien dan statusnya lalu di print. Karena draft untuk surat tersebut telah ada.

Saya 'sangat amat kecewa' dengan perilaku staff rekam medis tersebut karena berdalih banyak sekali yang meminta surat keterangan yang sama. Setelah saya desak dan marah ternyata hanya dalam waktu hitungan kurang dari 15 'menit' saya sudah mendapatkan surat tersebut.

Kejadian yang menimpa saya tersebut ternyata tidak sesuai dengan slogan yang dijunjung oleh Hermina Group. "Mengutamakan mutu dalam pelayanan". Seharusnya diganti dengan "mengutamakan waktu dalam pelayanan". Terima kasih.

Erwin
Sunter Jakarta
wien1606@yahoo.com
02192978958


(msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?