detikcom

Kapan Pesanan Aksen Belanja BNI Sampai

Afianto - suaraPembaca
Kamis, 30/10/2008 12:14 WIB
Jakarta - Tiga minggu sudah penantianku. Tapi, ternyata Kartu kredit BNI telah membuat hatiku kecewa berat karena janji BNI palsu.

Tanggal 9 Oktober saya mengajukan permohonan barang dari Aksen Belanja yaitu 5 buah handphone (HP) Nexian 220D dan telah disetujui karena sisa dana mencukupi. Saya dijanjikan barang akan datang ke pemesan paling cepat 3 hari dan paling lama 2 minggu.

Tapi, setelah lewat 2 minggu tidak kunjung datang akhirnya saya coba telepon ke Customer Servis kartu BNI kenapa selama itu saya tunggu dan tanggal 27 Oktober 2008 saya telepon operator dia jawab akan menannyakan ke bagian pemesanan. Saya disuruh menunggu 1-2 menit. Saya tunggu sampai 5 menit tidak ada tanda-tanda lagi sehingga saya tutup telepon hal tersebut saya ulangi 2 kali dan jawabannya sama.

Tanggal 29 Oktober saya telepon ke Operator BNI lagi dan jawabannya sama akan ditanyakan ke bagian pemesanan. Tapi, saya tidak mau disuruh menunggu lama lagi. Saya langsung minta telepon vendor HP Nexian dan dikasih nomor 560 02 xxx.

Saya langung menanyakan ke vendor tersebut. Dan apa yang saya dapat dari vendor tersebut jawabannya adalah 'belum' ada Pemesanan Order (PO) dari BNI. Sungguh sungguh kecewa saya. Sebuah bank yang sudah nama di dunia internasional ternyata pelayanannya seperti itu. Kapan barang saya bisa sampai.

Afianto
Jl Malaka Hijau VIII/1
Pondok Kopi Jakarta Timur
afianto@polman.astra.ac.id
08159399110

(msh/msh)

Share:



 atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Kamis, 17/04/2014 11:56 WIB
    Selamatkan Remaja dengan Islam
    Pada tanggal 26 April 2014, 20 ribu pelajar Sumatera Utara akan mengikuti Gebyar Generasi Berencana (GenRe). Acara ini dimotori oleh Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumatera Utara.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?