detikcom

Penjelasan PT. Frisian atas Keluhan "Undian Susu Bendera Tidak Transparan"

Dhyoti R Basuki - Public Relations Manager - suaraPembaca
Sabtu, 29/03/2008 09:23 WIB
Jakarta - Pertama-tama PT. Frisian Flag Indonesia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Winarti yang telah menyampaikan informasi melalui Suara Pembaca detikcom dengan judul "Undian Susu Bendera Tidak Transparan".

Menindaklanjuti hal ini, PT. Frisian Flag Indonesia telah menghubungi Ibu Winarti melalui email dan menindaklanjuti keluhan tersebut sesuai dengan prosedur penanganan keluhan konsumen di PT. Frisian Flag Indonesia.

Mengenai program yang dilakukan oleh PT. Frisian Flag Indonesia adalah Program Ungkapan Kasih yang ditujukan untuk konsumen loyal kami dan sudah mendapatkan izin dari Dinas Sosial Republik Indonesia dengan nomor: 384/HUK-UND/2007. Pengundian pemenang "Program Ungkapan Kasih" ini dilakukan pada tanggal 23 januari 2008 di hadapan notaris dan disaksikan oleh pejabat dari instansi terkait.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Frisian Flag Indonesia silakan mengunjungi situs web kami www.frisianflag.co.id atau dapat menghubungi Layanan Peduli Frisian Flag Indonesia pada nomor Telepon Bebas Pulsa 0-80018-21-406, setiap hari Senin-Jumat, 08.00-16.30, atau melalui e-mail: layanan.peduli@frieslandfoods.co.id, atau melalui surat ke PO Box 4047 JKT 13040.

Salam,
Dhyoti R Basuki
Public Relations Manager
PT. Frisian Flag Indonesia
(msh/msh)

Share:
Baca Juga



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Senin, 26/01/2015 09:04 WIB
    Pertobatan Moral dan Etis Penegak Hukum
    Drama hukum menegangkan bumi nusantara telah digelar nyata, bukan fiksi tapi realita. Sikap maryarakat nyata terbelah, tidak seperti Cicak vs Buaya jilid 1 yang sangat terang menderang seluruh komponen bangsa mendukung dibalik KPK.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?