detikcom

Pengalaman Tidak Menyenangkan Pembuatan SIM Polres Bekasi

Michael Seno Setiawan - suaraPembaca
Senin, 22/10/2007 12:11 WIB
Jakarta - Sungguh suatu hal yang sangat tidak menyenangkan saat melakukan pembuatan SIM (Surat Izin Mengemudi) di Polres Metro Bekasi. Adalah kesalahan saya melakukan pendaftaran pembuatan SIM di Loket Jaga Polres Bekasi. Oleh petugas Polisi yang sedang berjaga awalnya saya bertanya mengenai bilamana akan membuat SIM baru dan langsung ditawari perlu bantuan atau tidak. Dan akhirnya saya memutuskan untuk dengan bantuan. Namun, dengan biaya sebesar 330 ribu (saya membayar 660 ribu untuk SIM A dan SIM C). Sungguh memalukan seperti inikah potret bangsa kita. Para aparat hukum sendiri melakukan tindakan memalukan seperti ini dan sudah dianggap biasa. Pemimpin bangsa ini sungguh tidak mempunyai visi jauh ke depan. Bangsa ini hanya hidup dari hari ke hari. Sungguh terpuruk moral pemimpin negara ini yang hanya mementingkan perut mereka sendiri. Mohon para media massa termasuk detikcom dapat menjadi media untuk perbaikan moral pemimpin dan bangsa ini. Media massa seharusnya dapat mendorong pemerintah untuk dapat melakukan perubahan sehingga rakyat mendapatkan komitmen dari para pemimpin bangsa. Bukan sekedar pemimpin bangsa yang hanya pintar berbicara saja. Terima kasih, Michael Seno Setiawan michael.setiawan@jatis.com (msh/msh)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?