detikcom

Nokia Mengecewakan

Mardiyani - suaraPembaca
Jumat, 04/03/2005 15:00 WIB
Jakarta - Lewat Surat Pembaca ini saya mau komplain untuk Nokia. Awal Januari 2005 lalu saya merekomendasikan kepada bos saya untuk membeli Nokia 6585 (CDMA) untuk handphonenya. Baru sekitar seminggu beli, handphone mengalami hang. Karena bergaransi, saya bawa ke Service Center Nokia di Menara DEA Kuningan, Jakarta. Mereka bilang kerusakan ada pada IC (walaupun saya tidak mengerti apa artinya itu). Lalu tiga hari kemudian, hang lagi, kembali dibawa ke tempat yang sama, kali ini mereka bilang softwarenya yang korup, yang menurut logika saya sangat aneh karena hanya dipakai untuk menerima dan menelepon saja. Kalau pun untuk modem internet, itu juga instalnya gagal terus. Jadi waktu itu belum dipakai untuk berinternet. Karena kecewa dengan mutu seperti itu, bos saya menginginkan untuk mengganti dengan HP baru yang sama, apalagi belum lama dipakai (kurang 1 bulan). Tetapi ketika saya kontak Nokia, mereka hanya bisa mengganti sparepart Nokia dengan yang baru, bukan mengganti HP itu sendiri. Kami kecewa, apalagi saya yang telah merekomendasikan merk tsb, beli baru, bersegel, asli, ternyata mutunya sampah. Padahal bos saya baru kali itu mencoba merk Nokia, biasanya fanatik dengan merk HP dari Korea, dan bila ada masalah seperti di atas dan konsumen meminta penukaran, mereka akan menggantinya. Tapi Nokia, merk yang mendunia, tidak peduli dengan konsumen, mereka hanya peduli untuk menjual sebanyaknya, selanjutnya konsumen ditinggal begitu saja. Apa seperti itu sebenarnya Nokia? (my_amail@yahoo.com) Sekretaris Expert Korea Kementerian Koperasi dan UKM Jl. Rasuna Said, Kav. 3-5, Lt. 4 Jakarta 12940 (nrl/)

Share:



Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com,
Suara Pembaca Terbaru Index »
OpiniAnda Index »
  • Selasa, 16/09/2014 11:33 WIB
    'Mengobati' Pilkada Langsung Oleh Rakyat
    Penulis teringat seuntai kalimat ceramah Almarhum Dr.H. Zainuddin MZ, 'ibarat makan salak, bukan isinya yang kita makan tetapi kulitnya yang kita ambil lalu batunya kita telen, ya pasti rusak'.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
41%
Kontra
59%
Poling Index »

Gubernur Jokowi akan memberlakukan sistem pelat nomor ganjil dan genap untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jakarta. Setujukah Anda dengan sistem ini?